Rabu, 30 November 2011

MULTIPLE INTELLIGENT LEARNING

Gardner mengembangkan Multiple Intelligence dengan menggunakan dasar dari hasil kerja para pakar, salah satunya adalah Jean Piaget. Gardner akhirnya sampai pada salah satu pandangan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang bersifat tetap. Kecerdasan akan lebih tepat kalau digambarkan sebagai suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuhkan dan dikembangkan. Kecerdasan bersifat laten, ada pada setiap manusia tetapi dengan kadar pengembangan yang berbeda. Dalam menjelaskan mengenai kecerdasan, Gardner menggunakan kata bakat atau telenta.


Pada tahun 1904 Tahun 1950, Alfred Binet dan Theodore Simon, mengembangkan uji kecerdasan formal pertama. 1904 atau 1905 Binet diminta oleh komisi sekolah warga Kota Paris untuk menciptakan cara mengelompokkan anak-anak berdasarkan kemampuan mereka. Tujuan sebenarnya agak kurang baik, yaitu untuk menyaring anak-anak yang “lemah pikiran”, yang tidak akan diberi tunjangan sosial. Binet yakin benar bahwa kecerdasan adalah sebuah proses terpadu yang melibatkan pertimbangan, pemecahan masalah, dan penalaran. Keduanya merampungkan dan menerbitkan uji IQ sehingga dia bisa memperoleh standar kinerja uji tersebut untuk kelompok umur berbeda.


Dia mengatakan bahwa penafasiran kecerdasan di kebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalam bukunya frame of mind ( Gardner 1983) Gardner mengemukakan sekurang-kurangnya ada tujuh kecerdasan dasar. Belum lama berselang dia menambah kecerdasan yang kedelapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasan yang kesembilan ( Gardner 1996b). Dengan teori Mamuk, Gardner berusaha memperluas lingkup potensi manusia melampaui batas nilai IQ. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan lebih berkaitan dengan kapasitas (1) memecahkan masalah dan (2) menciptakan produk di lingkungan yang kondisif dan alamaiah.Gardner berpendapat bahwa kecerdasan terbentuk melalui keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan yang bernilai budaya dan bahwa perkembangan seseorang dalam kegiatan tersebut mengikuti pola perkembangan tertentu. Setiap kegiatan berbasis kecerdasan memiliki lintasan perkembangan masing-masing; yakni, setiap kegiatan memiliki waktu tertentu untuk muncul pada masa anak-anak atau mencapai puncaknya dalam kehidupan seseorang, serta memilki pola yang khas- apakah itu akan menurun dengan cepat atau bertahap seiring dengan pertumbuhan usia.


Apabila perspektif yang lebih luas dan lebih pragmatis ini diterima , konsep kecerdasan tidak lagi menjadi sekedar mitos, tetapi menjadi konsep funsional yang dapat diterimui dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang beragam. Gardner memetakan lingkup kemampuan manusia yang luas menjadi delapan kategori yang konprehensif atau delapan kecerdasan dasar (Thomas Amstrong,2002:1-2 ).


Hampir delapan puluh tahun setelah dikembangkan tes kecerdasan yang pertama tersebut, psikolog Harvard,Howard Gardner mempersoalkan pengertian kecerdasan yang diyakini masyarakat itu. Howard Gardner telah mengembangkan model kecerdasan ini selama lebih dari dua puluh tahun. Dalam mengembangkan model kecerdasan ini, Gardner menjelajahi berbagai disiplin ilmu seperti neurobiologi, antropologi, psikologi, filsafat, dan sejarah.

0 komentar:

Posting Komentar